Amensti Pajak Untuk Wajib Pajak Di Indonesia

Amensti Pajak Untuk Wajib Pajak Di Indonesia

Smconsult – Amensti pajak merupakan program pemerintah dalam membantu memberikan pengampunan pada WP yang mana meliputi penghapusan pajak terhutang, termasuk sanksi administrasi perpajakan juga sanksi pidana dalam bidang perpajakan di atas harta yang hingga sekarang belum dilaporkan. Cara pengambunan ini nantinya akan diberikan oleh pemerintah dengan syarat untuk membayar uang tebusan.

Siapa Saja pelaku Amnesti Pajak?

Kebijakan baru yang dijalankan oleh pemerintah ini bisa dimanfaatkan oleh beberapa pihak, terutama oleh wajib pajak orang pribadi, wajib pajak perusahaan atau badan, wajib pajak badan usaha mikro kecil dan menengah dan terakhir dimanfaatkan oleh orang pribadi maupun badan yang sampai sekarang belum terdaftar sebagai WP.

Siapa Pihak yang Menandatangani Surat Pernyataan?

Mereka yang mendapatkan kebijakan baru ini harus melakukan penandatangan surat pernyataan resmi amnesti pajak, diantaranya ada wajib pajak orang pribadi, penerima kuasa apabila pemimpin tertinggi tidak bisa hadir, pemimpin tertinggi yang dilihat berdasarkan akta pendirian badan usaha atau perusahaan atau dokumen lainnya yang menyatakan hal yang sama (khusus bagi wajib pajak badan).

Siapa yang Tidak Mendapatkan Amnesti Pajak?

Jika ada yang menerima kebijakan ini, pasti ada pula beberapa pihak yang tidak bisa menikmati dan memanfaatkan kebijakan ini, diantaranya adalah wajib pajak yang sampai saat ini sedang dalam masa penyidikan lalu berkas penyidikannya dinyatakan telah lengkap oleh kejaksaan, selanjutnya adalah wajib pajak yang sampai saat ini dalam proses peradilan atau menjalankan hukuman pidana.

Kapan Amensti Pajak Mulai Berlaku?

Kebijakan amnesti pajak akan mulai diberlakukan di Indonesia, mulai 31 Maret 2017 dan nantinya akan terdapat 3 periode, yakni:

  1. Periode pertama dimulai sejak tanggal pengundangan sampai 30 September 2016
  2. Periode kedua sejak 1 Oktober 2016-31 Desembar 2016
  3. Periode terakhir dari 1 Januari 2017-31 Maret 2017

Masing-masing periode amensti pajak memiliki tarif yang berbeda, baik untuk mengungkapkan harta yang telah dialihkan kea tau berada di RI maupun pengungkapan harta yang ada di luar negeri, dan tidak sedang dialihkan ke dalam negeri.

Tips Optimalkan Keuangan untuk Menjamin Masa Pensiun

Tips Optimalkan Keuangan untuk Menjamin Masa Pensiun

Hashtagoption – Masa muda adalah masa yang paling cocok untuk memikirkan karier serta masa depan. Masa yang harus dipikirkan ini bukan hanya saat berada di usia produktif, namun harus pula memikirkan masa pensiun. Mungkin Anda beranggapan jika terlalu dini bila memikirkan masa tersebut di masa sekarang. Namun, persiapan pensiun tak bisa dilakukan dalam waktu 1 atau 2 tahun. Masa pensiun normal adalah 55 tahun, sedangkan usia harapan hidup hingga 70 tahun. Bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhan di usia 55 hingga 70 tahun? Oleh sebab itu selagi produktif, ada beberapa hal yang harus Anda siapkan.

Menabung

Saat mempersiapkan dana pensiun, entah melalui tabungan atau investasi, sebetulnya tidak pernah ada kata terlalu dini. Jika Anda baru memulai, lakukan penghematan sebanyak mungkin untuk tabungan.

Rencanakan Kebutuhan Pensiun

Ketahui, berapa banyak yang Anda butuhkan ketika pensiun. Ini adalah hal yang penting sehingga bukan hanya membuat sebuah penghematan tanpa adanya tujuan. Dengan cara ini, Anda bisa memilih investasi yang tepat dan memberi imbal balik memuaskan. Jangan lupa tetapkan rencana dengan tepat.

Lakukan investasi Jangka Panjang

Lihat anggaran untuk investasi jangka panjang Anda. Anda mungkin harus membatasi pengeluaran dengan melakukan sejumlah penghematan biaya contohnya seperti membatasi nongkrong, membeli camilan, membawa bekal untuk makan siang dan yang lainnya.

Siapkan Dana Darurat

Meskipun Anda sedang mempersiapkan masa pensiun, namun dana darurat juga tak boleh dilupakan. Dana darurat ini adalah tabungan yang dapat dicairkan setiap saat. Besarnya paling tidak 6X penghasilan bulanan Anda.

Miliki Pekerjaan Sampingan

Bila penghasilan yang Anda dapatkan sekarang ini kurang mencukupi kebutuhan hidup, jangan menunggu waktu lagi. Segera cari pekerjaan sampingan. Namun, pastikan usaha sampingan atau pekerjaan sampingan Anda tidak mengganggu pekerjaan utama sehingga bisa bekerja secara profesional. Jangan mengambil pekerjaan yang memberatkan.

Salah satu kecemasan yang dimiliki kaum millennial adalah masa pensiun. Sayangnya, kecilnya penghasilan dan besarnya tuntutan gaya hidup membuat mereka asyik dan lupa memikirkan rencana keuangan di masa mendatang. Lakukan evaluasi beberapa bulan sekali untuk persiapan dana pensiun Anda.