Pilih Membeli atau Menyewa Mesin Fotocopy?

Pilih Membeli atau Menyewa Mesin Fotocopy?

 

Jakartacopy – Begitu banyaknya penawaran mesin fotocopy dengan berbagai ukuran, tipe, harga dan merek kadang sering membuat pembeli yang ingin membuka sebuah jasa fotocopy menjadi kebingungan. Memang, pada dasarnya setiap mesin mempunyai spesifikasi berbeda. dari spesifikasi yang diberikan, mungkin ada satu atau dua spesifikasi yang tak kita butuhkan.

 

Selain itu, sudah pasti jika semakin canggih mesin fotocopy yang ditawarkan akan semakin mahal pula harganya. Ketika akan melakukan pembelian, biasanya konsumen akan langsung memilih fitur yang paling canggih, padahal belum tentu fitur tersebut dibutuhkan untuk usaha fotocopy.

 

Pilih Membeli atau Menyewa?

 

Sekarang ini banyak usaha penjualan mesin fotocopy serta penyewaan mesin fotocopy di Indonesia. Sebelum Anda yakin memilih membeli mesin fotocopy, lebih baik Anda mempertimbangkan terlebih dulu, lebih baik membeli mesin fotocopy atau malah menyewa mesin fotocopy. Pertimbangan ini bisa dilakukan dengan melihat modal yang Anda miliki sekarang ini, kebutuhan, dan yang lainnya.

 

Perawatan Mesin

 

Jika Anda memilih untuk membeli mesin fotocopy, Anda harus bersiap dengan risiko yang lebih besar dibandingkan dengan menyewa. Ketika menyewa mesin fotocopy, berbagai macam perawatan akan ditangani oleh perusahaan jasa sewa. Sehingga, kita tidak perlu melakukan banyak hal untuk melakukan perawatan mesin, kita hanya perlu menggunakan mesin fotocopy sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Beda jika memilih membeli mesin fotocopy tersebut. Sesudah membeli mesin, kita harus memiliki keterampilan seperti mengisi kertas, mengisi tinta saat habis, hingga harus bisa mengatasi kerusakan ringan. Bila terjadi kerusakan dan harus melakukan pergantian sparepart mesin, biaya yang dibutuhkan pun juga tidak sedikit.

 

Jumlah Penggunaan Mesin

 

Anda bisa mempertimbangkan, seperti apa frekuensi penggunaan mesin. Bila mesin hanya digunakan untuk beberapa lembar dalam sehari, lebih baik menyewa saja. Apalagi, jika ditimbang dari segi investasi serta biaya, penyewaan mesin akan lebih murah, apalagi jika penggunaan mesin tak terlalu sering.

 

Sedangkan, apalagi Anda akan sering menggunakan mesin tersebut, lebih baik mempertimbangkan harga sewa. Karena, akan lebih mahal dibanding membeli mesin sendiri. Kebanyakan perusahaan penyewaan memberikan tarif per lembar, bila penggunaan banyak, lebih baik membeli. Atau, Anda bisa mempertimbangkan memilih perusahaan yang memberikan biaya berdasarkan pada durasi penyewaan mesin.

 

Tujuan Pembelian Mesin

 

Tujuan pembelian mesin juga mempengaruhi pertimbangan apakah ingin membeli atau menyewa mesin fotocopy. Bila Anda ingin menjalankan usaha fotocopy yang cukup besar dan lokasinya di sekitar kampus atau dekat dengan pemukiman mahasiswa, lebih baik mempertimbangkan pembelian mesin yang berukuran lebih besar dan memiliki kemampuan yang lebih baik seperti dapat mengcopy dokumen dengan otomatis, atau bisa melakukan copy bolak-balik secara otomatis.

 

Biasanya, daerah kampus membutuhkan copy dalam jumlah yang begitu banyak serta cepat. Beda dengan toko yang menangani beberapa lembar. Mesin yang memiliki kecepatan tinggi tak terlalu dibutuhkan.

Shuttle Omninas KD20

Shuttle Omninas KD20

 

Shuttle lebih dikenal sebagai produsen mini PC. Namun seiring berkembangnya dunia komputasi cloud, perusahaan ini mulai menjejakkan kakinya di ranah NAS (Network-Attached Storage) dengan menghadirkan Omninas KD20 yang ditujukan untuk segmen rumahan dan SOHO. Perangkat NAS dual-bay ini hadir dengan desain sederhana dengan garis lekuk halus di setiap sisi.

 

Berpadu dengan bahan plastik berwarna putih dan alumunium membuat KD20 terlihat sangat solid. Layaknya NAS lain, terdapat pintu untuk mengakses dua buah baki hotswap untuk meletakan harddisk. Namun sayangnya untuk memasangkan harddisk Anda harus menggunakan obeng. KD20 dibekali dengan prosesor berbasis ARM dual-core 0,75 GHz dan didukung memori DDR2 256 MB dan Shuttle tidak menyediakan opsi upgrade untuk memorinya. Selain itu KD20 dilengkapi port USB 3.0 dan slot kartu memori di bagian depan yang dapat secara otomatis memindahkan data yang terdapat pada ashdisk kartu memori ke dalam KD20.

 

Pada bagian belakang Anda akan menemukan satu buah kipas untuk mengeluarkan panas serta port LAN Gigabit untuk menghubungkan NAS ini ke router dan dua buah port USB 2.0. Antarmuka pengguna yang dihadirkan KD20 sangat sederhana dan memudahkan. Anda menentukan mode media penyimpanan seperti apa yang akan digunakan. Anda hanya perlu menentukan apakah JBOD, RAID 0 atau RAID 1 mode yang ingin Anda gunakan lalu klik “apply” dan Omninas akan mengurus semuanya. KD20 ini juga dapat digunakan sebagai Print Server, Multimedia Server dan yang paling menarik adalah ftur iTunes Server yang memungkinkan Anda memutar konten multimedia yang tersedia melalui perangkat iTunes secara langsung.

 

KD20 memiliki kemampuan baca tulis hingga 75 MBs dan 55 MBs yang terbukti saat pengujian menggunakan benchmark Intel NAS Perfomance Toolkit dan mengkolaborasi KD20 dengan dua buah harddisk WD Red 3TB. Meski tidak sama dengan spesifkasi yang tertulis, pada mode HDD tunggal Raid 0 dan Raid 1 kemampuan baca KD20 ini tidak mengecewakan, mampu menampilkan kecepatan baca rata-rata 62 MBs dan kecepatan tulis rata-rata 55 MBs. Saat digunakan untuk memutar video Omninas KD20 mampu menampilkan kemampuan baca dan tulis rata-rata yang seimbang pada angka 55 MBs. Meskl baru di ranah NAS, secara keseluruhan Shuttle Omninas KD20 menghadirkan performa memadai untuk penggunaan rumahan maupun SOHO. Antarmuka yang intuitif dan informatif sangat memudahkan bagi pemula sekalipun. Dengan harga US$195, Shuttle Omninas KD20 sangat pantas menjadi media penyimpanan di rumah Anda, apalagi jika melihat performa dan ftur yang dihadirkan.

2 Tipe Proyektor Untuk Perangkat Home Theater

2 Tipe Proyektor Untuk Perangkat Home Theater

Smilesmultimedia – Punya home theater sendiri pastinya menyenangkan, karena Anda bisa menghabiskan waktu liburan akhir pekan di rumah dengan cara yang menarik dan keren. Ada banyak sekali tontonan menarik yang sayang rasanya bila dinikmati di layar TV yang minim, maka dari itu mengapa tidak mencoba untuk memproyeksikan film ke layar lebih besar dengan menggunakan proyektor.

Proyektor mungkin biasa dipakai di kantor, namun penggunaan proyektor di rumah sebagai bagian dari home theater pun tidak asing lagi, banyak orang yang sengaja membeli proyektor untuk kepentingan pribadi termasuk untuk menonton film. Berikut ini tipe proyektor yang cocok untuk digunakan sebagai perangkat home theater:

DLP Projectors

Salah satu tipe proyektor yang hingga saat ini masih dikembangkan adalah DLP Proyektor. Merupakan teknologi menarik yang berhasil dikembangkan oleh Texas Instruments, dengan menggunakan basis DMD (Digital Micromirror Device) chip yang dibuat dari jutaan cermin berukuran super kecil. Tiap cerminnya dipakai untuk tiap pixel layar. Citra yang masuk selanjutnya diolah dalam color disk/wheel dengan basis merah, biru atau hijau. Setelahnya, citra akan direfleksikan di berbagai sudut dengan kecepatan tinggi melalui DMD. Dengan memerhatikan format resolusi dan perbandingannya yang sama, proyektor ini bisa menampilkan gambar dengan contrast dan pizel lebih besar daripada LCD Proyektor, maka dari itu tidak heran jika Anda perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli proyektor tipe ini.

LCD Projectors

Tidak mau kalah dari DLP Proyektor, ada juga LCD Proyektor, teknologi super canggih ini mampu mengolah cahaya dengan sangat baik dengan melakukan pemerataan pada brightness maka gambar yang akan muncul bisa terlihat jernih. Tipe proyektor ini bisa dibilang sebagai tipe proyektor yang paling dominan digunakan dalam berbagai kondisi dan lingkungan, termasuk di lingkungan rumah sebagai perangkat home theater. Dengan menyaring citra melalui filter 3 warna, yaitu warna primer hijau, biru juga merah, LCD Proyektor akan memancarkan citra ke LCD Panel untuk kemudian diproses lagi hingga menampilkan gambar atau film dengan kualitas yang cukup baik.