Teknologi Televisi Terbaru

Indovision SurabayaTeknologi Televisi Terbaru
Semua orang ingin mendapatkan televisi layar terbesar yang dapat mereka temukan atau yang memiliki gambar terbaik untuk menonton permainan atau program favorit Anda. Ada begitu banyak pilihan termasuk teknologi LED dan plasma. Semakin besar, semakin baik untuk teater rumah tetapi ukurannya tidak selalu masalah ketika memilih TV. Dalam beberapa kasus, orang lebih condong ke arah menemukan kualitas dalam perangkat televisi mereka yang dapat membuat layar ukuran yang lebih besar ini lebih menakjubkan secara visual. Jadi apa yang terbaru dalam teknologi televisi dan apa yang harus dimiliki untuk semua orang yang menginginkan teknologi terkini?

Ketika berpikir tentang kemajuan terbaru di televisi, satu hal yang terlintas dalam pikiran adalah 3D. Sepertinya setiap film yang keluar hari ini melakukannya dalam format ini. Bukan tidak mungkin untuk berpikir bahwa pembuat televisi ingin mengambil keuntungan dari format baru ini dengan mengeluarkan versi teknologi 3D mereka sendiri. Banyak produsen televisi besar memiliki televisi ini di rak-rak toko atau dalam produksi dan siap untuk musim belanja liburan berikutnya. Televisi ini tidak kekurangan ukuran dan mereka juga tidak kekurangan label harga.

Mereka yang mampu membeli televisi 3D baru dapat menonton BlueRay dan DVD favorit mereka dengan menggunakan kacamata 3D yang menyertai setiap televisi. Biasanya hanya ada dua pasang kacamata yang disertakan jadi jika ada lebih banyak anggota keluarga yang menonton maka lebih banyak pasangan harus dibeli agar seluruh keluarga dapat menikmati film. Ini bukan kacamata 3D kertas yang Anda diberikan di bioskop, tetapi kacamata berbingkai plastik nyaman yang bertahan keluarga selama bertahun-tahun jika dirawat dengan baik. Ketika Anda memperhitungkan biaya untuk menonton film 3D ini, televisi dengan kacamata untuk seluruh keluarga dapat dibayar dengan menonton film di rumah selama setahun.

Satu tempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang televisi jenis ini adalah dengan pergi ke Central Avenue dan memeriksa toko elektronik dan hiburan di daerah tersebut. Tenaga penjualan berpengalaman dalam teknologi terbaru ini dan dapat membantu Anda menemukan televisi 3D ukuran sempurna untuk Anda dan keluarga Anda. Setelah memilih televisi pilihan Anda, Anda dapat mengajak keluarga untuk makan malam perayaan di salah satu restoran yang juga berlokasi di Central Avenue. Ketika Anda tiba di rumah, Anda dapat menonton film 3D Anda sendiri kapan pun Anda mau.

indovision surabaya, indovision sidoarjo, indovision gresik, okevision surabaya, okevision sidoarjo, okevision gresik, toptv surabaya, toptv sidoarjo, toptv gresik,

Teknologi Televisi: Plasma, LED, LCD dan 3D

Indovision SurabayaTeknologi Televisi: Plasma, LED, LCD dan 3D
Teknologi televisi telah tumbuh berlipat ganda dari beberapa tahun terakhir. Akhir-akhir ini, plasma, LCD dan LED adalah teknologi yang populer. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang teknologi ini, baca artikel ini.

TV Plasma:

Berbeda dengan televisi generasi lama yang terlihat tebal dengan layar semi-datar, TV plasma ramping dan memiliki panel layar datar. Teknologi layar plasma menggunakan sel-sel kecil yang mengandung gas terionisasi bermuatan listrik untuk menampilkan gambar.

Layar plasma cerah, menghasilkan warna yang lebih hidup dan dapat diproduksi dalam ukuran besar. Panel layar itu sendiri adalah 2,4 inci, yang membuatnya mudah untuk membatasi ketebalan total perangkat termasuk elektronik hingga 3,9 inci.

Layar plasma memiliki rasio kontras unggul yang memungkinkan mereka menghasilkan kulit hitam yang lebih dalam, yang selanjutnya memungkinkan mereka untuk menarik daya lebih sedikit dibandingkan dengan CRT. Namun, mereka mengonsumsi lebih banyak daya dibandingkan dengan LCD. TV plasma memiliki sudut pandang yang lebih luas sehingga gambar tidak menurun pada sudut yang tinggi. Ketika datang ke biaya menampilkan plasma lebih murah dibandingkan dengan bagian counter mereka. Layar yang lebih besar dapat mengalami beberapa gangguan visual yang lebih terlihat dari jarak yang lebih pendek.

TV LCD:

TV LCD menggunakan teknologi liquid crystal display (LCD) untuk menghasilkan gambar. Mereka memiliki layar terpolarisasi dengan larutan kristal cair. Ketika listrik dilewatkan, kristal cair menghasilkan piksel. Di televisi LCD, ada beberapa model berbeda – CCFL-backlit, edgelit-LCD dan LED backlit.

TV CCFL-backlit menggunakan setengah dari listrik yang dikonsumsi oleh TV plasma, sementara LED backlit menggunakan bahkan lebih sedikit daripada CCFL-backlit. Televisi LCD lebih tipis, hemat biaya, dan hemat energi. TV LCD memiliki keterbatasan dalam melihat sudut – ini membuat gambar yang membosankan ketika Anda melihat gambar dari sudut yang berbeda dibandingkan dengan duduk di depan TV. Gambar yang dikembangkan pada layar kurang alami jika dibandingkan dengan LED dan TV plasma.

TV LED:

TV LED adalah perkembangan terbaru dalam teknologi televisi yang menggunakan teknologi LED (light emitting diode). Ada dua model – lampu latar LED dan lampu tepi. Dalam cahaya tepi, LED disediakan di sekitar tepi TV sedangkan pada lampu latar LED, LED disediakan di bagian belakang layar. Posisi LED dimaksudkan untuk menyediakan sumber cahaya di sisi layar.

Jika dibandingkan dengan TV LCD, TV LED adalah pilihan yang lebih baik. Teknologi TV LED memiliki keunggulan dalam mengontrol daya warna pada matriks layar. Ini meningkatkan kualitas gambar dengan warna nyata.

Teknologi LED memiliki kekuatan kontras tinggi dan detail warna gelap yang jelas. Teknologi LED membuat televisi lebih tipis daripada jenis lainnya. Teknologi ini menawarkan efisiensi penghematan energi yang sangat baik daripada plasma dan LCD.

Televisi 3D:

TV Tiga Dimensi adalah kemajuan terbaru dalam teknologi televisi. Perangkat televisi 3D menggunakan layar terpolarisasi untuk memisahkan gambar 3D asli satu per satu. Pemisahan gambar ini membuat persepsi mata Anda tentang kedalaman 3D.

Gambar tampak alami dan realistis. Untuk mengalami teknologi 3D, seseorang harus memakai kacamata 3D. Sekarang, ada TV 3D yang tidak memerlukan kacamata 3D, tetapi televisi ini lebih mahal daripada TV 3D biasa. Namun, televisi 3D memerlukan konten 3D dari saluran televisi.

indovision surabaya, indovision sidoarjo, indovision gresik, okevision surabaya, okevision sidoarjo, okevision gresik, toptv surabaya, toptv sidoarjo, toptv gresik,

Pilih Membeli atau Menyewa Mesin Fotocopy?

Pilih Membeli atau Menyewa Mesin Fotocopy?

 

Jakartacopy – Begitu banyaknya penawaran mesin fotocopy dengan berbagai ukuran, tipe, harga dan merek kadang sering membuat pembeli yang ingin membuka sebuah jasa fotocopy menjadi kebingungan. Memang, pada dasarnya setiap mesin mempunyai spesifikasi berbeda. dari spesifikasi yang diberikan, mungkin ada satu atau dua spesifikasi yang tak kita butuhkan.

 

Selain itu, sudah pasti jika semakin canggih mesin fotocopy yang ditawarkan akan semakin mahal pula harganya. Ketika akan melakukan pembelian, biasanya konsumen akan langsung memilih fitur yang paling canggih, padahal belum tentu fitur tersebut dibutuhkan untuk usaha fotocopy.

 

Pilih Membeli atau Menyewa?

 

Sekarang ini banyak usaha penjualan mesin fotocopy serta penyewaan mesin fotocopy di Indonesia. Sebelum Anda yakin memilih membeli mesin fotocopy, lebih baik Anda mempertimbangkan terlebih dulu, lebih baik membeli mesin fotocopy atau malah menyewa mesin fotocopy. Pertimbangan ini bisa dilakukan dengan melihat modal yang Anda miliki sekarang ini, kebutuhan, dan yang lainnya.

 

Perawatan Mesin

 

Jika Anda memilih untuk membeli mesin fotocopy, Anda harus bersiap dengan risiko yang lebih besar dibandingkan dengan menyewa. Ketika menyewa mesin fotocopy, berbagai macam perawatan akan ditangani oleh perusahaan jasa sewa. Sehingga, kita tidak perlu melakukan banyak hal untuk melakukan perawatan mesin, kita hanya perlu menggunakan mesin fotocopy sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Beda jika memilih membeli mesin fotocopy tersebut. Sesudah membeli mesin, kita harus memiliki keterampilan seperti mengisi kertas, mengisi tinta saat habis, hingga harus bisa mengatasi kerusakan ringan. Bila terjadi kerusakan dan harus melakukan pergantian sparepart mesin, biaya yang dibutuhkan pun juga tidak sedikit.

 

Jumlah Penggunaan Mesin

 

Anda bisa mempertimbangkan, seperti apa frekuensi penggunaan mesin. Bila mesin hanya digunakan untuk beberapa lembar dalam sehari, lebih baik menyewa saja. Apalagi, jika ditimbang dari segi investasi serta biaya, penyewaan mesin akan lebih murah, apalagi jika penggunaan mesin tak terlalu sering.

 

Sedangkan, apalagi Anda akan sering menggunakan mesin tersebut, lebih baik mempertimbangkan harga sewa. Karena, akan lebih mahal dibanding membeli mesin sendiri. Kebanyakan perusahaan penyewaan memberikan tarif per lembar, bila penggunaan banyak, lebih baik membeli. Atau, Anda bisa mempertimbangkan memilih perusahaan yang memberikan biaya berdasarkan pada durasi penyewaan mesin.

 

Tujuan Pembelian Mesin

 

Tujuan pembelian mesin juga mempengaruhi pertimbangan apakah ingin membeli atau menyewa mesin fotocopy. Bila Anda ingin menjalankan usaha fotocopy yang cukup besar dan lokasinya di sekitar kampus atau dekat dengan pemukiman mahasiswa, lebih baik mempertimbangkan pembelian mesin yang berukuran lebih besar dan memiliki kemampuan yang lebih baik seperti dapat mengcopy dokumen dengan otomatis, atau bisa melakukan copy bolak-balik secara otomatis.

 

Biasanya, daerah kampus membutuhkan copy dalam jumlah yang begitu banyak serta cepat. Beda dengan toko yang menangani beberapa lembar. Mesin yang memiliki kecepatan tinggi tak terlalu dibutuhkan.

Shuttle Omninas KD20

Shuttle Omninas KD20

 

Shuttle lebih dikenal sebagai produsen mini PC. Namun seiring berkembangnya dunia komputasi cloud, perusahaan ini mulai menjejakkan kakinya di ranah NAS (Network-Attached Storage) dengan menghadirkan Omninas KD20 yang ditujukan untuk segmen rumahan dan SOHO. Perangkat NAS dual-bay ini hadir dengan desain sederhana dengan garis lekuk halus di setiap sisi.

 

Berpadu dengan bahan plastik berwarna putih dan alumunium membuat KD20 terlihat sangat solid. Layaknya NAS lain, terdapat pintu untuk mengakses dua buah baki hotswap untuk meletakan harddisk. Namun sayangnya untuk memasangkan harddisk Anda harus menggunakan obeng. KD20 dibekali dengan prosesor berbasis ARM dual-core 0,75 GHz dan didukung memori DDR2 256 MB dan Shuttle tidak menyediakan opsi upgrade untuk memorinya. Selain itu KD20 dilengkapi port USB 3.0 dan slot kartu memori di bagian depan yang dapat secara otomatis memindahkan data yang terdapat pada ashdisk kartu memori ke dalam KD20.

 

Pada bagian belakang Anda akan menemukan satu buah kipas untuk mengeluarkan panas serta port LAN Gigabit untuk menghubungkan NAS ini ke router dan dua buah port USB 2.0. Antarmuka pengguna yang dihadirkan KD20 sangat sederhana dan memudahkan. Anda menentukan mode media penyimpanan seperti apa yang akan digunakan. Anda hanya perlu menentukan apakah JBOD, RAID 0 atau RAID 1 mode yang ingin Anda gunakan lalu klik “apply” dan Omninas akan mengurus semuanya. KD20 ini juga dapat digunakan sebagai Print Server, Multimedia Server dan yang paling menarik adalah ftur iTunes Server yang memungkinkan Anda memutar konten multimedia yang tersedia melalui perangkat iTunes secara langsung.

 

KD20 memiliki kemampuan baca tulis hingga 75 MBs dan 55 MBs yang terbukti saat pengujian menggunakan benchmark Intel NAS Perfomance Toolkit dan mengkolaborasi KD20 dengan dua buah harddisk WD Red 3TB. Meski tidak sama dengan spesifkasi yang tertulis, pada mode HDD tunggal Raid 0 dan Raid 1 kemampuan baca KD20 ini tidak mengecewakan, mampu menampilkan kecepatan baca rata-rata 62 MBs dan kecepatan tulis rata-rata 55 MBs. Saat digunakan untuk memutar video Omninas KD20 mampu menampilkan kemampuan baca dan tulis rata-rata yang seimbang pada angka 55 MBs. Meskl baru di ranah NAS, secara keseluruhan Shuttle Omninas KD20 menghadirkan performa memadai untuk penggunaan rumahan maupun SOHO. Antarmuka yang intuitif dan informatif sangat memudahkan bagi pemula sekalipun. Dengan harga US$195, Shuttle Omninas KD20 sangat pantas menjadi media penyimpanan di rumah Anda, apalagi jika melihat performa dan ftur yang dihadirkan.

2 Tipe Proyektor Untuk Perangkat Home Theater

2 Tipe Proyektor Untuk Perangkat Home Theater

Smilesmultimedia – Punya home theater sendiri pastinya menyenangkan, karena Anda bisa menghabiskan waktu liburan akhir pekan di rumah dengan cara yang menarik dan keren. Ada banyak sekali tontonan menarik yang sayang rasanya bila dinikmati di layar TV yang minim, maka dari itu mengapa tidak mencoba untuk memproyeksikan film ke layar lebih besar dengan menggunakan proyektor.

Proyektor mungkin biasa dipakai di kantor, namun penggunaan proyektor di rumah sebagai bagian dari home theater pun tidak asing lagi, banyak orang yang sengaja membeli proyektor untuk kepentingan pribadi termasuk untuk menonton film. Berikut ini tipe proyektor yang cocok untuk digunakan sebagai perangkat home theater:

DLP Projectors

Salah satu tipe proyektor yang hingga saat ini masih dikembangkan adalah DLP Proyektor. Merupakan teknologi menarik yang berhasil dikembangkan oleh Texas Instruments, dengan menggunakan basis DMD (Digital Micromirror Device) chip yang dibuat dari jutaan cermin berukuran super kecil. Tiap cerminnya dipakai untuk tiap pixel layar. Citra yang masuk selanjutnya diolah dalam color disk/wheel dengan basis merah, biru atau hijau. Setelahnya, citra akan direfleksikan di berbagai sudut dengan kecepatan tinggi melalui DMD. Dengan memerhatikan format resolusi dan perbandingannya yang sama, proyektor ini bisa menampilkan gambar dengan contrast dan pizel lebih besar daripada LCD Proyektor, maka dari itu tidak heran jika Anda perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli proyektor tipe ini.

LCD Projectors

Tidak mau kalah dari DLP Proyektor, ada juga LCD Proyektor, teknologi super canggih ini mampu mengolah cahaya dengan sangat baik dengan melakukan pemerataan pada brightness maka gambar yang akan muncul bisa terlihat jernih. Tipe proyektor ini bisa dibilang sebagai tipe proyektor yang paling dominan digunakan dalam berbagai kondisi dan lingkungan, termasuk di lingkungan rumah sebagai perangkat home theater. Dengan menyaring citra melalui filter 3 warna, yaitu warna primer hijau, biru juga merah, LCD Proyektor akan memancarkan citra ke LCD Panel untuk kemudian diproses lagi hingga menampilkan gambar atau film dengan kualitas yang cukup baik.